Jumat, 13 April 2012

TORIQOH AS-SAM’IYAH AL-SYAFAWIYAH

TORIQOH AS-SAM’IYAH AL-SYAFAWIYAH A. Toriqoh As-Sam’iyah Al- Syafawiyah Merupakan hasil perpaduan antara linguistic structural dengan psikologis behavioris yang memandang proses pembelajaran dari sudut conditioning. Metode ini berkembang sekitar tahun empat-puluhan. Metode ini mengutamakan pengulangan. Cara itu dilakukan untuk efisiensi waktu dalam belajar bahasa. Dalam metode ini pembelajaran bahasa difokuskan pada lafal kata dan pelatihan pola-pola kalimat, berulang-ulang secara intensif. B. Toriqoh As-Sam’iyah Dalam bidang kategori sosial efektif, untuk menyimak digunakan strategi: 1. Cooperastion yaitu bekerja sama dengan teman-teman untuk memecahkan suatu masalah, mengumpulkan informasi, mengecek cacatan, atau memperoleh umpan-balik pada kegiatan pembelajaran menyimak pemahaman. 2. Questioning for clarification atau memperoleh pengajaran atau teman-teman sekelas penjelasan, uraian, dan contoh-contoh tambahan. 3. Selk-talk atau penggunaan kontrol mental untuk menyakinkan diri bahwa kegiatan pembelajaran akan berhasil atau mengenai kegelisahan mengenai suatu tugas pembelajaran menyimak. C. Toriqoh As-Safawiyah Biasanya pada metode sam’iyah safawiyah ini menggunakan metode muhadatsah. Metode muhadatsah yaitu cara menyajikan bahan pelajaran bahasa arab melalui percakapan dan percakapan ini dapat terjadi antara guru dan murid, antara murid dan murid, sambil menambah dan memperkaya mufrodat yang belum dikenal. Metode pengajaran muhadatsah meliputi: 1. Mempersiapkan materi mukhadasah dengan matang dan menetapkan topik yang akan disajikan. 2. Materi muhadatsah hendaknya sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak didik. 3. Menggunakan alat peraga sebagai alat bantu muhadatsah. 4. Guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu arti kata-kata yang di buat untuk mukhadasah dengan menuliskannya dipapan tulis. 5. Pada muhadatsah tingkat tinggi atas, anak didikanya yang lebih berperan, sedangkan menentukan topik yang akan dimuhadatsahkan. 6. Setelah mukahdasah selesai dilakukan, dibukalah acara tanya-jawab. 7. Penguasaan bahasa secara efektif. 8. Didalam kelas guru harus berbicara bahasa Arab. 9. Jika muhadatsah akan dilanjutkan kembali pada pertemuan berikutnya. 10. Mengakhiri pertemuan pelajaran dengan memotifasi dan memberi semangat untuk belajar lebih giat. Tujuan Toriqoh As-Sam’iyah As-Syafawiyah: 1. Melatih lidah anak didik agar terbiasah dan fasih bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. 2. Terampil berbicara dengan bahasa arab mengenai kejadian apa saja dalam masyarakat dan dunia internasional, tentang apa yang ia ketahui. 3. Mampu menerjemahkan percakapan orang lain lewat, telefon, radio, tv, dan lain-lain. 4. Menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa arab dan al-Qur’an, sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya. Berikut secara singkat kelebihan dan metode ini adalah: 1. Dapat diterapkan dalam kelas mutawasith. 2. Member banyak latihan dan praktek dalam aspek ketrampilan menyimak dan berbicara. 3. Cocok bagi tingkatan linguistik para siswa. Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah: 1. membutuhkan guru yang terampil dan cekatan. 2. Ulangan seringkali membosankan serta menghambat pengujian kaidah-kaidah bahasa. 3. Kurang sekali memberi perhatian pada nasehat secara langsung.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar