Sabtu, 05 Januari 2013

ANALISIS BUTIR SOAL


ANALISIS BUTIR SOAL

2.1.  Pengertian Analisis Butir Soal
Kegiatan menganalisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996: 308).

2.2.  Tujuan Analisis Butir Soal
Adapun tujuan dari analisis butir doal ini antaralain:
a.       untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan.
b.       untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif.
c.        untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan (Aiken, 1994: 63).
d.      untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam tes atau dalam pembelajaran (Anastasi dan Urbina, 1997:184).

2.3.    Macam-macam Bentuk Analisis Butir Soal
Ada dua cara yang dapat digunakan dalam penelaahan butir soal yaitu penelaahan soal secara kualitatif dan kuantitatif. Kedua teknik ini masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.
Ada beberapa cara menganalisis data dengan mudah diantaranya IRT latent trait theory (LTT), characteristics curve theory (ICC), dengan kalkulator, dengan ITEMAN, RASCAL, ASCAL, BIGSTEP, QUEST. EXCEL, spss (statistical program for social science)

2.4.       Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Analisis Butir Soal
a.    Tingkat Kesukaran (TK)
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00 - 1,00 (Aiken (1994: 66).
Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu.
Suatu soal memiliki TK= 0,00 artinya bahwa tidak ada siswa yang menjawab benar dan bila memiliki TK= 1,00 artinya bahwa siswa menjawab benar.
Perhitungan indeks tingkat kesukaran ini dilakukan untuk setiap nomor soal. Pada prinsipnya, skor rata-rata yang diperoleh peserta didik pada butir soal yang bersangkutan dinamakan tingkat kesukaran butir soal itu.  Rumus ini dipergunakan untuk soal obyektif. Rumusnya adalah seperti berikut ini (Nitko, 1996: 310).
 

Contoh penggunaan
Misalnya jumlah siswa peserta tes dalam suatu kelas ada 40 orang, dari 40 orang siswa hanya 12 orang dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan benar, maka indeks kesukarannya adalah:
P =  = = 0,30
Menurut ketentuan yang sering didikuti, indeks kesukaran sering diklasifikasikan sebagai berikut:
o   Soal dengan P 0,00 - 0,30 soal tergolong sukar
o   Soal dengan P 0,31 - 0,70 soal tergolong sedang
o   Soal dengan P 0,71 - 1,00 soal tergolong mudah

b.      Daya Pembeda (DP)
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dapat membedakan antara warga belajar/siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan warga belajar/siswa yang tidak/kurang/belum.
Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda adalah dengan menggunakan rumus berikut ini.

D = daya pembeda soal,
J = Jumlah peserta tes
Ja = banyak peserta kelompok atas
Jb = jumlah peserta kelompok bawah
Ba = jumlah jawaban benar pada kelompok atas,
BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah          
c.       Pola jawaban soal
Penyebaran pilihan jawaban dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia. Suatu pilihan jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila pengecoh:
o   paling tidak dipilih oleh 5 % peserta tes/siswa,
o   lebih banyak dipilih oleh kelompok siswa yang belum paham materi
pola jawaban disini adalah distribusi tetee dalam hal menentukan pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda, pola jawaban diperoleh dengan menghitung banyaknya testee yang memilih pilihan jawaban a, b, c, atau d yang tidak memilih pilihan manapun (blangko), dalam istilah pendidikan disebut omit atau disingkat dengan O
Pilihan jawaban
a
B
c
d
O
Jumlah
Kelompok atas
5
7
15
3
0
30
Kelompok bawah
8
8
6
5
3
30
jumlaah
13
15
21
9
3
60

Dari pola jawaban soal dapat dicari
o   P = = 0,35
o   D= Pa-Pb =   =  = 0,30
o   Distraktor : semua distraktornya sudah berfungsi dengan baik karena sudah dipilih oleh lebih dari 5%
o   Dalihat dari segi omitnya sudah baik karena tidak lebih dari 10% dari pengikut tes .
5% dari pengikut tes = 5% X 60 orang = 3 orang.





Daftar Pustaka

Safari. 2000. Kaidah Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Soal. Jakarta: PT Kartanegara.
H. Daryanto. 1997. Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PT Rhineka Cipta.
Drs. Wayan Nurkancana. Drs. P.p.n. Sumartana. 1986.  Evaluasi Pendididkan. Surabaya: PT Usaha Nasional.
Dr. Purwanto, M.Pd. 2009 Evaluasi hasil Belajar. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar.
Drs. Slameto. 1988. Evaluasi Pendididikan. Jakarta: PT Bina Aksara
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto. Cepi Safruddin Abdul Jabar. 2004. Evaluasi Program Pendididkan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar