Sabtu, 05 Januari 2013

PEMILIHAN MATERI, PENDEKATAN, METODE DAN STRATEGI MENGAJAR BAHASA ARAB BERDASAR PSIKOLINGUISTIK



PEMILIHAN MATERI, PENDEKATAN, METODE DAN STRATEGI MENGAJAR BAHASA ARAB BERDASAR PSIKOLINGUISTIK

1.                  Pemilihan materi bahasa berdasar psikolinguistik
Materi merupakan pegangan guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa arab. Dengan menggunakan materi, arah pembelajaran bahasa arab akan terarah dan jelas. Tapi jika kita amati, sampai saat ini masih banyak lembaga sekolahan yang menggunakan meteri bahasa arab yang belum relevan dan efektif, sehingga perlu adanya revisi dan pembenahan.
Menurut penulis dalam membuat dan menyusun materi, isi materi harus mencakup beberapa komponen, yaitu empat kompetensi, ta’bir, istima’, qiroah dan kitabah, mufrodat dan qowaidun Nahwiyah serta menentukan media praktek yang digunakannya. Komponen tersebut harus ada dalam materi bahasa arab, agar pembelajaran bahasa dipelajari secara menyeluruh dan siswa dapat dengan mudah menguasai maharoh dan kaidah bahasa arab dengan baik dan aplikatif
Penyusunan sebagaimana di atas adalah model penyusunan bahan ajar yang inregrated curukulum, yaitu menyajikan bahan pembelajaran atau materi secara unit dan keseluruhan, tanpa mengadakan pembatasan-pembatasan satu mata pelajaran atau maharoh dengan yang lainnya. Salah satu contoh buku ajar bahasa arab yang menggunakan model inregrated curukulum adalah Al-Arobiyatu Baina Yadaika. Model penyusunan seperti ini, menurut penulis sangat baik dan efektif dalam pembelajaran bahasa arab, karena mencakup semua maharoh, qowa’idun nahwiyah dan mufrodat.
2.                  Pendekatan pembelajaran bahasa berdasar psikolinguistik
Pendekatan adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakikat bahasa dan hakikat belajar mengajar bahasa. Pendekatan mencerminkan suatu falsafah, pandangan, pegangan dan pendirian dalam melihat, memahami dan mendekati suatu objek atau permasalahan. Dalam konteks bahasa arab, seorang guru seharusnya menggunakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam melihat dan memahami hakikat bahasa arab dan hakikat peserta didik.
Dalam khazanah keilmuan kita, ada beberapa pendekatan dalam pembelajaran bahasa arab. Pendekatan dalam pembelajaran bahasa ada 4. Yaitu pendekatan humanistic, pendekatan teknik dan pendekatan analisis dan non analisis.dan pendekatan komunikatif.
3.             Metode pembelajaran bahasa berdasar psikolinguistik
Seorang guru bahasa arab harus memahami ilmu psikologi dan linguistik atau psikolinguistik dalam mengajarkan bahasa arab. Mengajarkan bahasa kepada anak kecil berbeda dengan mengajarkan bahasa arab kepada anak besar, karena secara psikologis anak kecil dan anak besar memiliki perkembangan kecerdasan yang berbeda. Anak kecil belajar bahasa arab dengan jalan meniru orang disekitarnya di mana dia hidup. Lingkungan yang mengelilingi anak sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran bahasa arabnya. Oleh karena itu, disinilah peran sekolah untuk mampu menciptakan lingkungan yang kondusif agar peserta didik dapat belajar bahasa arab dengan mudah dan cepat 
Dalam pembelajaran bahasa ada lima metode, Pertama, metode nahwu dan tarjamah. Metode ini dalam aplikasinya menekankan pada analisis penggunaan nahwu dan praktek penerjemahan. Kedua, metode mubasyaroh, yaitu metode pembelajaran bahasa yang lebih menekankan pada penggunaan bahasa arab ketika proses interaksi pembelajaran di kelas. Ketiga, metode audio lingual, metode ini menekankan pada praktek berbicara dan mendengarkan dalam proses pembelajaran bahasa arab. Keempat, metode Qiroah, yaitu metode yang lebih menekankan pada praktek membaca dalam proses pembelajaran. Kelima, metode Ma’rifiyah, yaitu metode yang menekankan pada materi dan pelatihan materi.
Metode audio-lingual masih mendominasi metode pembelajaran bahasa arab untuk non arab, khususnya di lembaga resmi, seperti di universitas, dan pusat-pusat bahasa milik pemerintah. Program pengajaran bahasa arab mengadopsi metode audio-lingual dalam waktu yang panjang. Berdasarkan metode ini, dibuatlah rancangan pelajaran, kurikulum dan buku ajar.
            Metode audio-lingual merupakan salah satu metode yang didasarkan asas psikolinguistik. Metode ini mencerminkan pertemuan antara teori aliran behaviorisme dalam psikologi dan teori structural dalam linguistic. Bahasa adalah gejala lisan yang terucap dan tidak tertulis. Ada dua keahlian yaitu mendengar dan mengucap yang didahulukan daripada kemahiran membaca dan menulis. Hal ini didasarkan pada tingkat penguasaan bahasa oleh manusia dalam proses pemerolehan bahasa berdasarkan ilmu psikolinguitik.
4.        Strategi pembelajaran bahasa berdasar psikolinguistik
Empat kompetensi bahasa arab dapat diterapkan secara bersamaan dan integratif, tanpa harus memisah-misahkan satu dengan yang lainnya, karena bahasa merupakan suatu sistem satu kesatuan. Menurut teori psikologi, bahwa akal manusia lebih dahulu mendeteksi keseluruhan sebelum mendeteksi bagian-bagian. Dalam artian, dalam proses belajar bahasa akal peserta didik lebih mudah menangkap jika keempat kompetensi bahasa arab diajarkan secara bersamaan dalam satu kesempatan, tidak diajarkan secara terpisah. Karena pembelajaran kompetensi bahasa arab secara terpisah, peserta didik biasanya kesulitan dalam mengubungan satu sama lainnya. Misalnya ta’bir, istima’, qiroah, kitabah, nahwu dan shorof diajarkan secara terpisah, maka ketika peserta didik diperintah untuk menerapkan membaca atau menulis dan menyusun kata sesuai kaidah nahwu dan shorof akan mengalami kebingungan dan kesulitan
Oleh karena itu, pembelajaran bahasa arab secara terpisah-pisah bagi pemula akan membingungkan dan menyulitkan. Pembelajaran bahasa arab secara terpisah-pisah dapat diterapkan bagi peserta didik yang telah baik bahasanya. Jika dalam kontek sekolahan, pembelajaran bahasa arab secara integratif hendaknya diterapkan pada tingkatan dasar. Adapun yang terpisah-pisah dapat diterapkan pada tingkatan lanjutan atau perguruan tunggi. Tetapi bagaimana pun , penerapan pembelajaran bahasa arab secara integratif atau terpisah berdasarkan pada tingkat penguasaan dan kemampuan peserta didik terhadap bahasa, tidak hanya berdasarkan pada tingkatan dalam sistem pendidikan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar